DPMPTSP PROV. KALSEL

Loading

Archives July 2020

Koordinasi Rencana Promosi Peluang Investasi Kalimantan Selatan Secara Virtual

Kepala DPMPTSP Prov. Kalsel, Pak Nafarin, melaksanakan Zoom Meeting dengan Pusat Promosi Investasi Indonesia (IIPC) Sidney pada Senin (27/07). Zoom Meeting tersebut dilaksanakan berkaitan dengan koordinasi rencana promosi peluang investasi Kalimantan Selatan secara virtual kepada calon investor asal Australia.

IIPC Sidney yang merupakan perpanjangan tangan BKPM di Australia memandang rencana promosi peluang investasi Kalimantan Selatan sangat potensial untuk ditawarkan kepada pelaku usaha asal Australia sebagai calon investor. “Beberapa potensi investasi Kalimantan Selatan cukup mengena dengan (keunggulan) pelaku usaha Australia”, ujar Henry Rombe, Kepala IIPC Sidney. Pernyataan Pak Henry ini terkait dengan potensi investasi yang sebelumnya dipresentasikan oleh Pak Nafarin pada rapat-rapat mengenai pemanfaatan IA-CEPA, perjanjian ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Australia yang memungkinkan kemudahan perdagangan dan investasi antara kedua negara.

Promosi peluang investasi tersebut direncanakan dilangsungkan pada Kamis (24/09) dengan melibatkan beberapa pihak. Adapun pihak yang diusulkan mengikuti rencana promosi investasi ini adalah DPMPTSP Kalsel, IIPC Sidney, Kedutaan RI di Australia, pelaku usaha dan konsultan bisnis Australia sebagai calon investor, pelaku usaha Australia yang sudah mempunyai bisnis di Kalimantan Selatan, pihak Kabupaten/Kota serta pihak legislatif.

Pak Henry memberi usulan agar DPMPTSP Kalsel concern untuk dapat menawarkan peluang investasi di bidang pemrosesan hasil perikanan, pertanian serta kehutanan. Usul tersebut ditampung oleh Pak Nafarin dengan catatan bahwa peluang investasi di bidang kehutanan mungkin sulit direalisasikan karena keadaan industri yang sudah jenuh bungee run inflatable. Walaupun demikian, Pak Nafarin juga mengusulkan penawaran peluang investasi lain antara lain peternakan sapi di dua kabupaten yang terkenal unggul, pembangunan smelter, waste-to-energy, pembangunan Bendungan Kusan dengan PLTA-nya, serta fasilitas pendukung wisata Geopark. “Pembangunan Geopark memang sudah ditangani oleh Pemprov Kalsel, namun ada peluang fasilitas pendukung wisata yang dapat dijadikan bisnis (oleh calon investor Australia)”, ujar Pejabat Eselon I di DPMPTSP Kalsel tersebut.

Selain menawarkan peluang usaha, Pak Nafarin juga menekankan daya tarik Kalimantan Selatan sebagai daerah tujuan investasi, salah satunya jarak yang dekat dengan Ibu Kota Negara Baru di Penajam-Paser. “Jarak Batulicin dengan Ibu Kota Negara Baru dapat ditempuh hanya dengan 2,5 jam dengan jalan bebas hambatan”, ujar Pak Nafarin. Selain itu, Pak Nafarin juga mengingatkan bahwa akan ada potensi pasar luar biasa mengingat perpindahan manusia yang mengikuti perpindahan Ibu Kota Negara.
Sementara itu, Pak Henry meminta agar pelaku usaha Australia yang sudah mempunyai bisnis di Kalimantan Selatan dilibatkan untuk dapat menggambarkan kesuksesan bisnis mereka dan kemudahan berbisnis di Kalimantan Selatan. Di samping itu, Pak Henry masih meminta beberapa pertemuan pemantapan sebelum kegiatan promosi peluang investasi. Hal ini ditujukan untuk memastikan data peluang investasi mudah dipertimbangkan oleh calon investor. Pak Henry juga mengingatkan bahwa kegiatan promosi peluang investasi tersebut mungkin akan dilanjutkan dengan penjajakan teknis oleh calon investor serta site-visit.

Forum Konsultasi Publik Pelayanan Perizinan Dimasa Pandemi Covid-19

Kepala Dinas PMPTSP Prov. Kalsel, H Nafarin membuka secara resmi Forum Konsultasi Publik Pelayanan Perizinan dimasa Pandemi Covid-19 di Aula Dinas PMPTSP Prov. Kalsel pada Kamis 23 Juli 2020. Peserta dihadiri oleh beberapa OPD lingkup Prov. Kalsel, Dinas PMPTSP Kab/Kota Se-Kalimantan Selatan, Lembaga/Perguruan Tinggi, serta Perusahaan, UKM, dan tokoh masyarakat.

Bertindak sebagai narasumber pada forum ini adalah Kepala Perwakilan Ombudsman RI Kalimantan Selatan Noorhalis Majid dan Kepala Bagian Ketatalaksanaan dan Pelayanan Publik Biro Organisasi Setda Prov. Kalsel A. Rizali Fahry yang langsung dimoderasi oleh Kepala Dinas PMPTSP Prov. Kalsel. Pada sambutannya, H Nafarin mengatakan bahwa DPMPTSP Prov. Kalsel harus bertekad memenuhi capaian Indikator Kinerja Utama yang terdiri dari peningkatan realisasi investasi dan peningkatan kualitas pelayanan perizinan dan nonperizinan.

Kepala Perwakilan Ombudsman Kalsel Noorhalis Majid memaparkan terkait jumlah konsultasi dan pengaduan yang diterima oleh Ombudsman Kalsel sebanyak 393 konsultasi dan pengaduan dengan laporan yang sudah ditangani sebanyak 181 dengan rincian kasus seperti penundaan berlarut, tidak memberikan pelayanan, hingga peyimpangan prosedur. Beliau memberikan masukan agar DPMPTSP menciptakan terobosan dalam peningkatan pelayanan perizinan dengan istilah “jemput bola”. Selain itu sumo suit, memaksimalkan pelayanan secara daring, mempermudah segala pelayanan agar akses masyarakat terus meningkat, meningkatkan sinergitas kolaborasi dengan instansi terkait, serta menyediakan nomor pengaduan untuk komplain, konsultasi dan apresiasi.

Kabag Ketatalaksanaan dan Pelayanan Publik Biro Organisasi A. Rizali Fahry menerangkan bahwa dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat, wajib menerapkan protokol normal baru Covid-19 seperti mengukur suhu tubuh, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, serta menjaga jarak.

Acara dilanjutkan dengan tanya jawab dan diakhir acara dilaksanakan penandatanganan perwakilan peserta Forum Konsultasi Publik.

Rakor Renbang dan Promosi Investasi dalam Masa New Normal

Kepala Dinas PMPTSP Prov Kalsel H. Nafarin membuka pelaksanakan Rakor Renbang dan Promosi Investasi dalam masa New Normal dengan dua pola yaitu datang langsung bagi menghadiri kegiatan di aula Dinas PMPTSP Kalsel dan melalui webinar. Peserta Kabupaten Kota yang menghadiri secara langsung diantaranya dari Kabupaten Tapin, Balangan, Tanah Laut dan Barito Kuala. Sedangkan Kabupaten Kota lainnya hadir melalui webinar. Setelah memberikan arahan Kepala Dinas dilanjutkan dengan paparan dari Kadis Tanah Laut, Balangan, Tapin dan terakhir Kota Banjarmasin melalui webinar yang menyampaikan keunggulan potensi investasi masing-masing daerahnya mechanical bull. Dengan Rakor ini diharapkan promosi investasi bisa menghasilkan proyek investasi yang ready to offer project.

Rapat Sosialisasi Instrumen dan Evaluasu Pelayanan Publik Wilayah II

Acara Rapat Sosialisasi Instrumen dan Evaluasi Pelayanan Publik Wilayah II yang dilaksanakan secara daring pada Kamis (16/07/2020). Rapat di buka oleh Ibu Novi Adrina selaku Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Pelayanan Publik Wilayah II. Rapat dihadiri oleh seluruh SKPD Penyelenggara Layanan Publik pada Wilayah II. Terdapat 3 Form yang dijadikan Instrumen dalam Evaluasi Pelayanan Publik, yaitu Form 01 yang diisi oleh penyelenggara layanan, Form 02 yang diisi oleh observer atau evaluator, dan Form 03 yang diisi oleh masyarakat pengguna layanan.

Ada 6 aspek yang di jadikan indeks pelayanan publik, yaitu Kebijakan Pelayanan, Profesionalisme SDM, Sarana dan Prasarana, Sistem Informasi Pelayanan Publik, Konsultasi dan Pengaduan, dan Inovasi, dimana setiap aspek memilik bobotnya masing-masing zorb ball. Selain membahas mengenai hal tersebut di atas, sosialisasi ini juga menjelaskan tentang teknis pengisian form yang di jadikan instrumen dalam evaluasi pelayanan publik tersebut secara online, dimana username dan password masih menggunakan data pada tahun sebelumnya.

Seminar Ekonomi dan Bisnis Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Resilien dalam Masa New Normal

Kepala Dinas PMPTSP Prov. Kalsel didampingi Kabid Perencanaan dan Pengembangan Iklim PM dan Kabid Promosi PM menghadiri Seminar Ekonomi dan Bisnis Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Resilien dalam Masa New Normal secara virtual pada Selasa 7 Juli 2020. Leading sektor kegiatan ini adalah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Banjarmasin dengan mengikutsertakan seluruh Bank Indonesia se Kalimantan, Bappeda, Kadin dan juga Undangan lainnya sebanyak lebih dari 60 peserta termasuk DPMPTSP Provinsi Kalimantan Selatan.

Acara dimulai dengan sambutan dari Sekda Prov Kalsel dilanjutkan dari Bank Indonesia dan juga Paparan dari pakar ekonomi berkaitan dengan tema seminar oleh Prof DR. Sri Adiningsih yang memaparkan tentang Dampak Pandemi terhadap ekonomi, ketahanan dan modal pemulihan ekonomi antara lain sistem keuangan yang memiliki daya tahan, peran konsumsi yang besar, peran UMKM, transformasi digital dan juga reformasi struktural peningkatan daya saing inflatable football soccer dart board. Kegiatan dilanjutkan dengan tanggapan masing-masing perwakilan dari Bappeda Provinsi se Kalimantan serta diskusi dengan seluruh peserta.

Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Pelaksanaan Perjanjian Ekonomi Bilateral Indonesia-Australia (IA-CEPA)

Rapat koordinasi tindak lanjut pelaksanaan perjanjian ekonomi bilateral Indonesia-Australia (IA-CEPA) antara Pemprov Kalsel dengan KJRI Sidney diinisiasi oleh DPMPTSP Prov. Kalsel dan dilaksanakan pada Senin (29/06). Rapat dihadiri oleh Kepala DPMPTSP Prov. Kalsel, Kepala Bappeda Prov. Kalsel, perwakilan KJRI Sidney, Pejabat Indonesian Investment Promotion Center (IIPC) Sidney, Pejabat Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Sidney, Perwakilan BKPM, dan Perwakilan 5 perusahaan berorientasi ekspor di Kalimantan Selatan.
Dalam rapat dibahas mengenai peluang pemanfaatan lebih lanjut terhadap IA-CEPA, terutama kemungkinan agar IIPC Sidney dapat mendorong calon investor berinvestasi di Kalsel serta peluang ekspor produk perusahaan-perusahaan di Kalsel ke pasar Australia. “Kami berharap pejabat IIPC Sidney dapat menginformasikan potensi investasi di Kalsel kepada calon investor di Australia”, ujar Ibu Tri Malkaisapodisajd, perwakilan KJRI Sidney, mengenai usaha yang dapat dilakukan IIPC untuk mendorong calon investor Australia di Kalsel. Adapun potensi investasi di Kalsel dipresentasikan secara singkat oleh Kepala DPMPTSP Kalsel, Pak Nafarin, sementara keunggulan komparatif Kalsel dipresentasikan oleh Kepala Bappeda Kalsel, Pak Nurul Fajar Desira.

Dalam rapat, ada potensi investasi yang mempunyai peluang cocok untuk digarap oleh calon investor asal Australia. “Ada calon investor asal Australia yang mencari lahan dan menggarap komoditas pertanian seperti yang diinformasikan oleh Pak Nafarin”, ujar Hendri Rombey, Pejabat IIPC Sidney, yang mengomentari potensi investasi pada usaha budidaya cabe hiyung dan bawang merah di Kabupaten Tapin human whack a mole game.
Selain membahas mengenai masalah investasi, rapat juga membahas beberapa peluang ekonomi yang menguntung Kalsel. Beberapa di antaranya yaitu peluang ekspor perusahaan Kalsel ke Australia serta peningkatan kunjungan wisatawan asal Australia ke Kalsel.